MUKADIMAH SIFAT PUASA NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM

Oleh
Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly
Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid

MUKADIMAH CETAKAN KEDUA

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga tercurah kepada sayyid para Rasul, kepada keluarganya dan seluruh sahabatnya. Amma ba’du.

Buku ini -wahai saudaraku para penuntut ilmu- adalah cetakan terbaru dari kitab kami Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam fii Ramadhan. Kami persembahkan pada kalian dengan bentuk yang bagus yang berisi faedah-faedah tambahan dan masalah-masalah yang ringan. Mudah-mudahan Allah menuliskan pahala dan manfaat bagi kami dengan mengarang kitab ini.

Dalam cetakan kali ini, kami berpikir untuk mentakhrij kembali hadits-hadits dalam kitab ini dengan takhrij manhaji ilmi yang dilakukan sesuai dengan kaidah-kaidah dan aturan-aturan yang telah diwariskan para imam dan ulama kita Rahinmahullah.

Sebagai tambahan kami ingin katakan :

Dalam cetakan yang pertama dari kitab ini terdapat beberapa kekeliruan dan kesalahan, kali ini kami telah berusaha keras untuk menjauhinya. Mengingat yang benar dan hak Insya Allah Yang Maha Mulia urusan-Nya dan kami minta ampun kepada Allah dan kesalahan yang timbul dari kami.

Kami ulangi sekarang apa yang selalu kami ucapkan :

Semua kitab selain Al-Qur’an, mempunyai celah untuk dikritik, disalahkan dan dibenarkan. Barangsiapa yang melihat kesalahan pena, atau kesalahan paham hendaknya membenarkan dan meluruskan. Hati kami lapang dan telinga-telinga kami bersedia untuk menerimanya.

Dua penulis
25 Rabi’ul Tsani 1409H
Ali Hasan Ali Abdul Hamid
Salim Al-Hilaly
25 Ramadhan 1403H
_________________

MUKADIMAH CETAKAN PERTAMA

Bismillahirrahmanirrahim

Segala puji bagi Allah, kita memuji, minta pertolongan dan minta ampun kepadaNya. Akupun minta perlindungan dariNya dari kejelekan jiwa-jiwa dan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan Allah tidak ada yang bisa memberikannya petunjuk. Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang hak kecuali Allah tidak ada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah hamba dan utusanNya. Amma ba’du

Wahai saudaraku mudah-mudahan Allah mengumpulkan kita termasuk orang-orang yang mencintaiNya dan mengikuti sunnah RasulNya –akan jelas bagi kita kedudukan puasa dalam Islam dan pahala, keutamaan dan kemuliaan yang akan didapat oleh orang yang puasa karena mengharapkan wajah Allah. Bahwa keutamaan tersebut berbeda-beda besar kecilnya sesuai dengan dekat atau jauhnya orang yang puasa dari sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana telah diriwayatkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

“Artinya : Berapa banyak orang yang berpuasa hanya mendapatkan rasa lapar dan haus dari puasanya” [1]

Oleh karena itu mengetahui sifat-sifat [2] puasa Nabi merupakan satu hal yang harus dilakukan oleh kebanyakan orang, maka kami punya pandangan untuk menyusun satu kitab yang mencakup seluruh masalah yang berkaitan dengan sifat puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan, untuk seluruh kaum muslimin yang tidak pernah mendahulukan pendapat manusia di atas perkataan Allah dan RasulNya.

Kami telah mempelajari ayat-ayat dan hadits-hadits shahih tentang puasa, maka kami dapatkan bahwa puasa iti ada dua macam.

[1]. Puasa yang wajib
[2]. Puasa tathtawwu’ (sunnah)

Kami minta pertolongan kepada Allah, kemudian kami tulis kitab yang berkenaan dengan puasa wajib, karena seorang muslim tidak bisa bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah melebihi taqarrubnya dengan melakukan kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan atasnya sebagaimana dalam hadits tentang wali yang diriwayatkan oleh Bukhari.

Dan kami mendapatkan ide dalam menyusun kitab dan bab-babnya, setelah melalui beberapa kali puasa wajib dan juga melihat kenyataan amalan sehari-hari.

Kebenaran dan kebaikan yang kalian dapatkan dalam kitab ini datangnya dari Allah, adapun yang berupa kesalahan datangnya dari syaithan, dan kami berlepas diri dari kesalahan tersebut ketika kami masih hidup ataupun ketika sudah mati. Kami minta kepada Allah taufik dan istiqomah dalam berkata dan beramal. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar dan Mengabulkan (do’a).

Ditulis oleh
Penuntut Ilmu Syar’i

[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]
_________
Foote Note
[1] Hadits Riwayat Ibnu Majah 1/539, Darimi 2/211, Ahmad 1/441,373, Baihaqi 4/270 dari jalan Said Al-Maqbari dari Abu Hurairah. Sanadnya Shahih
[2] Yang dhahir dan bathin, dan apa pengaruh hatinya terhadap anggota badannya

About these ads

Berikan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s