Arsip

SEJARAH HITAM PERPECAHAN UMAT

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql

Banyak sekali faidah yang dapat dipetik dari pembicaraan seputar sejarah perpecahan umat. Berbagai peristiwa yang terjadi di awal Islam tersebut sarat dengan ibrah (pelajaran). Tentunya kami tidak mampu menyuguhkan sejarah perpecahan itu secara terperinci, akan tetapi ada beberapa point yang dapat kita jadikan pelajaran. Sembari meluruskan beberapa persepsi keliru sebagian orang sekitar masalah tersebut dewasa in.
Baca lebih lanjut

REALITA PERPECAHAN UMAT

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql

Apakah perpecahan benar-benar melanda umat Islam ?

Benarkah hal itu terjadi ?

Persoalan ini terangkum dalam sembilan point.

Pertama.
Hadits mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai perpecahan yang melanda umat. Di antaranya adalah hadits iftiraq yang berbunyi.
Baca lebih lanjut

PERBEDAAN ANTARA IKHTILAF(PERSELISIHAN) DAN IFTIRAQ (PERPECAHAN)

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql

Membedakan antara perpecahan dan perselisihan termasuk perkara yang sangat penting. Para ahli ilmu seyogyanya memperhatikan masalah ini lebih banyak lagi. Karena mayoritas manusia -terlebih para du’at dan sebagian penuntut ilmu yang belum matang dalam medalami ilmu agama- tidak dapat membedakan antara permasalahan khilafiyah dengan perpecahan ! Kelirunya, sebagian mereka menerapkan sanksi hukum akibat perpecahan dalam masalah-masalah ikhtilaf. Ini merupakan kekeliruan yang sangat fatal. Penyebabnya tidak lain karena jahil tentang hakikat perpecahan, kapankah perbedaan itu disebut perpecahan ? Bagaimana terjadinya perpecahan ? Siapakah yang berhak memvonis bahwa seseorang atau kelompok tertentu telah memecah dari jama’ah ?
Baca lebih lanjut

MAKNA IFTIRAQ (PERPECAHAN UMAT)

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql

MUKADIMAH
Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, kami memujiNya, memohon pertolongan dan ampunan serta bertaubat kepadaNya. Kami berlindung kepadaNya dari kejahatan jiwa-jiwa kami dan dari keburukan amal-amal kami. Barangsiapa diberi hidayah oleh Allah, niscaya tiada seorangpun yang dapat menyesatkannya. Barangsiapa disesatkanNya, nisaya tiada seorangpun yang dapat memberinya hidayah. Saya bersaksi bahwa tida Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah semata tiada sekutu bagiNya. Yang berfirman dalam kitabNya.
Baca lebih lanjut

SEBAB-SEBAB PERPECAHAN Bag 5 : Propaganda Tajdid [Pembaruan Agama], Menganggap Remeh Usaha Memerangi Bid’ah

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql

[11]. PROPAGANDA TAJDID [PEMBAHARUAN AGAMA]
Di antara sebab perpecahan yang terjadi setelah tiga kurun utama ialah propaganda-propaganda tajdid (pembaharuan agama). Memang benar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits.
Baca lebih lanjut

SEBAB-SEBAB PERPECAHAN Bag 4 : Sikap Ekstrim Dalam Agama, Bid’ah Dalam Agama Dan Fanatik Golongan

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql

[7]. SIKAP EKSTRIM DALAM AGAMA
Ekstrim dan berlebih-lebihan dalam melaksanakan agama adalah faktor terbesar mencuatnya perpecahan. Yang dimaksud berlebih-lebihan di sini adalah mempersulit diri sendiri dan orang lain dalam melaksanakan hukum-hukum syari’at, atau dalam bersikap terhadap orang lain atau bermua’amalah tanpa mengindahkan etika-etika syariat dan kaidah-kaidah agama. Karena sesunguhnya Islam tegak di atas pelaksanaan hukum-hukum Islam secara menyeluruh dengan memperhatikan sisi kemudahan dan menolak kesulitan, memberikan keluasaan, mengambil dispensasi secara proposional, berbaik sangka kepada orang lain, ramah, pema’af dan halus dalam memberi peringatan. inilah dia prinsip-prinsip dasar. Keluar dari prinsip-prinsip tersebut tanpa maslahat yang pasti dan dibenarkan oleh ahli ilmu termasuk sikap ekstrim yang dilarang. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
Baca lebih lanjut

SEBAB-SEBAB PERPECAHAN Bag 3 : Perpecahan Mesti Diiringi Dengan Ancaman Berbeda Halnya Perselisihan

Oleh
Dr. Nashir bin Abdul Karim Al-‘Aql

[5]. PERPECAHAN MESTI DIIRINGI DENGAN ANCAMAN, BERBEDA HALNYA PERSELISIHAN
Di antara sebab-sebab perpecahan adalah asumsi yang berkembang bahwa mengikuti para imam-imam yang berada di atas hidayah dan ilmu sebagai sikap taqlid (membebek) yang dilarang. Kerancuan seperti ini sering kita dengar dari sebagian orang yang sok tahu. Mereka berkata : “Mengikuti syaikh-syaikh adalah taqlid”. Sementara taqlid tidak dibolehkan dalam agama, mereka manusia dan kita juga manusia, kita berijtihad sebagaimana mereka berijtihad, kita memiliki sarana berupa buku-buku, zaman sekarang sarana ilmu tersedia lengkap, mengapa kita harus mengambil ilmu dari ulama ? Bahkan mengambil ilmu dari ulama termasuk taqlid, sementara taqlid itu sendiri adalah batil!
Baca lebih lanjut