Arsip

DAHSYATNYA MAHSYAR

Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan mengatakan: “Allah l akan mengumpulkan seluruh manusia setelah mereka bangkit dari kuburnya. Mereka berjalan menuju mahsyar, sebuah tempat di mana Allah l akan kumpulkan makhluk yang pertama hingga yang terakhir. Mahsyar adalah sebuah tempat yang rata. Tidak ada tempat yang tinggi, tidak pula ada gunung maupun bukit. Tempat yang rata, semua makhluk akan berkumpul di sana.” (Syarh Lum’atul I’tiqad, hal. 201)

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Sahl bin Sa’d z, Rasulullah n bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ نَقِيٍّ. قَالَ سَهْلٌ أَوْ غَيْرُهُ: لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لِأَحَدٍ

“Umat manusia akan digiring pada hari kiamat ke (mahsyar). Sebuah medan yang luas. Tanahnya berwarna putih seperti bundaran roti yang bersih.” Sahl z dan selainnya berkata: “Tidak ada di sana tanda (tempat keberadaan) bagi seorangpun.” (HR. Al-Bukhari no. 6521 dan Muslim no. 790)

Baca lebih lanjut

PERISTIWA YANG SANGAT MENAKUTKAN SETELAH DITIUPNYA SANGKAKALA

Oleh : Al-Ustadz Abul Abbas Muhammad Ihsan

Setelah ditiupnya sangkakala, terjadilah beberapa peristiwa yang sangat menakutkan.

  1. Bumi digoncangkan, gunung-gunung hancur lebur.

Al-Imam Ibnu Katsir t menyatakan (An-Nihayah hal. 154): “Di antara peristiwa yang akan terjadi (setelah ditiupnya sangkakala) adalah bumi digoncang-goncangkan, penghuninya dimiring-miringkan ke kanan dan ke kiri. Sebagaimana berita yang Allah l sampaikan dalam firman-Nya:

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangannya (yang dahsyat), dan bumi telah mengeluarkan beban-beban berat (yang dikandung)nya, dan manusia bertanya: “Mengapa bumi (jadi begini)?” (Az-Zalzalah: 1-3)

“Hai manusia, bertakwalah kepada Rabb kalian; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat). (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat keras.” (Al-Hajj: 1-2) Baca lebih lanjut

Tafsir Surat al-Qâri’ah


(Oleh: Abu Abdillah Arief B. bin Usman Rozali)

Qs. al-Qari'ah

1. Hari Kiamat.
2. Apakah hari Kiamat itu?
3. Tahukah kamu apakah hari Kiamat itu?
4. Pada hari itu manusia adalah seperti kupu-kupu yang bertebaran.
5. Dan gunung-gunung seperti bulu yang dihambur-hamburkan.
6. Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan) nya,
7. maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan.
8. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan) nya,
9. maka tempat kembalinya adalah Neraka Hawiyah.
10. Tahukah kamu apakah Neraka Hawiyah itu?
11. (Yaitu) api yang sangat panas.

Surat yang mulia ini adalah makkiyah, dan ayat-ayatnya berjumlah sebelas ayat.[1]

Pada ayat yang pertama sampai ketiga, Allâh Ta’ala mengulang-ulang kata al-Qâri’ah (القَارِعَةُ). Diawali dengan kalimat pernyataan atau berita, kemudian dilanjutkan dengan dua kali kalimat pertanyaan. Sebagaimana telah diterangkan oleh para ulama, hal ini merupakan pengagungan Allâh Ta’ala terhadap betapa besar dan dahsyatnya hari Kiamat.[2]

Banyak penjelasan para ulama terhadap penafsiran makna al-Qâri’ah (القَارِعَةُ), yang seluruhnya kembali kepada satu makna, yaitu as-Sa’ah (hari Kiamat).[3]

Secara lebih luas, Syaikh ‘Athiyyah Muhammad Salim rahimahullâh mengatakan:

“Telah dijelaskan oleh Syaikh[4] -semoga Allah merahmati kami dan beliau-pada awal surat al-Wâqi’ah[5] (الوَاقِعَةُ), bahwa (al-Wâqi’ah) bermakna seperti ath-Thâmmah[6] (الطَّامَّةُ), ash-Shâkh-khah[7] (الصَّاخَّةُ), al-Âzifah[8] (الآزِفَةُ), dan al-Qâri’ah[9] (القَارِعَةُ)… dan telah diketahui (dalam bahasa Arab) bahwa sesuatu apabila besar (dahsyat) keadaannya, ia memiliki banyak nama.

Baca lebih lanjut

Kenalilah Dahsyatnya Hari Kiamat

Oleh: Ust. Muhammad Aunus Shofy

Tafsir SuratAl Qori’ah

Hari kiamat adalah hari yang sangat dahsyat, kegentingannya membuat takut seluruh makhluk Alloh yang ada di alam ini. Langit akan terpecah, bumi akan terbelah, laut akan meluap, matahari akan digulung, dan bintang-bintang akan dikumpulkan. Apabila demikian keadaan makhluk-makhluk besar itu, maka bagaimana kiranya keadaan manusia pada hari itu?! Pada surat yang mulai ini akan dipaparkan bagaimana keadaan manusia kelak pada hari kiamat. Hingga tiba suatu hari dimana manusia akan memasuki alam akhirat yang kekal.

 

Hari kiamat. Apakah hari kiamat itu? Tahukah kamu apakah hari kiamat itu? Pada hari itu manusia bagaikan anai-anai yang bertebaran, dan gunung-gunung bagaikan bulu yang dihambur-hamburkan. Adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.

Surat ini tergolong surat Makkiyyah, sebagaimana dalil yang dikatakan oleh Ibnu Abbas.(1) Surat ini dinamakan dengan surat (اَلْقَارِعَةُ) dan tidak pernah dijumpai pemberian nama selain dari nama ini. Dinamakan surat al-Qori’ah karena surat ini dimulai dengan kalimat (اَلْقَارِعَةُ . مَا الْقَارِعَةُ).

__________________________________________________

(1)  Lihat ad-Durr al-Matsur 8/605.

Baca lebih lanjut

SIFAT-SIFAT API NERAKA

Oleh:  Ust. Achmad  Rofi’i, Lc.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Bahasan kali ini adalah melanjutkan bahasan pekan lalu berkenaan dengan Api Neraka, boleh juga disebut dengan: Beberapa Perkara yang harus kita ketahui tentang Api Neraka.

Pada pertemuan lalu, sudah disinggung sedikit berkenaan dengan Api Neraka dan kali ini akan kita tambahkan bahasan mengenainya. Juga dibawah ini insya Allooh akan dibahas tentang Hikmah diciptakannya api di dunia dan diciptakannya api di Akhirat oleh Allooh سبحانه وتعالى.

Kalau kita rinci, diciptakannya api dunia dan api Akhirat oleh Allooh سبحانه وتعالى itu adalah tidak sia-sia. Semua ada hikmah dan pelajarannya yang harus kita ambil, bahkan pelajarannya sangat lah penting.

Adapun tentang api dunia, maka Allooh سبحانه وتعالى ciptakan api di dunia dalam bentuk apapun itu minimal ada 4 perkara :

Baca lebih lanjut

Keluarnya Ya’juj wa Ma’juj

TANDA QIYAMAH KUBRO (KIAMAT BESAR) : YA’JUJ WA MA’JUJ

Oleh:  Ustadz Achmad  Rofi’i, Lc.

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Setelah pada pertemuan lalu, beberapa kali kita bahas tentang Imaam Mahdi, tentang turunnya Dajjal, tentang turunnya Nabi ‘Isa عليه السلام, maka berikut ini kita bahas tentang Ya’juj wa Ma’juj. Bahasan ini tidak kalah penting, karena juga akan menjadi Fitnah Besar bagi kaum muslimin di akhir zaman.

Dari Kitab Asyrootussaa’ah (Tanda-Tanda Hari Kiamat), tentang Ya’juj wa Ma’juj akan dibahas menjadi berbagai perkara, yaitu:

1.   Mengenal apa itu Ya’juj wa Ma’juj,  sampai dengan penamaannya,

2.   Nasabnya,

3.   Dalil-dalilnya,

4.   Bagaimana ‘Ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaa’ah meyakini atas masalah Ya’juj wa Ma’juj,

5.   Di mana dan kapan Ya’juj wa Ma’juj akan muncul,

6.   Apakah mereka sekarang sudah ada,

7.   Bahaya mengingkari Ya’juj wa Ma’juj,

8.   Keadaan manusia setelah munculnya Ya’juj wa Ma’juj.

Mengenal Ya’juj wa Ma’juj

Menurut pendapat para ‘Ulama Ahlus Sunnah, bahwa istilah Ya’juj wa Ma’juj bisa dibaca dengan dua cara yaitu Yaajuj wa Maajuj (ياجوج وماجوج).  

Atau dibaca dengan cara Bacaan ‘Aasim, yaitu Qiroo’at Hafs ‘an ‘Aasim:  Ya’juj wa Ma’juj (يأجوج ومأجوج), yang biasa dilakukan oleh Jumhur para qoori’at pada umumnya dari Asia, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Sehingga dalam Al Qur’an pun, menurut Jumhur para ahli Qiroo’at, membacanya seperti tersebut terakhir di atas.

Dari mana munculnya kata “Ya’juj wa Ma’juj”, maka  menurut para ‘Ulama Ahlus Sunnah ada dua pendapat:

Pertama, pendapat bahwa istilah (kata) Ya’juj wa Ma’juj bukan kata Arab, melainkan dari luar bahasa Arab, tetapi sudah  di-Arabkan”. Dalam bahasa Arab, yang demikian itu disebut: Ghoir Munsyarif (غير منصرف).

Artinya, bahwa kata Ya’juj wa Ma’juj bukan dari bahasa Arab.

Tetapi harus kita ketahui, bahwa seluruh kata yang sudah dimasukkan ke dalam Al Qur’an oleh Allooh سبحانه وتعالى melalui firman-Nya, maka itu disebut Mu’arrobah (معربة) (– sudah dimasukkan ke dalam bahasa Arab –), lalu itu disebut Ghoir Munsyarif.

Baca lebih lanjut

TANDA-TANDA HARI KIAMAT (BAGIAN-5)


Oleh:  Ust. Achmad  Rofi’i, Lc.

بسم الله الرحمن الرحيم

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Pada kesempatan ini akan disampaikan Hadits-Hadits tentang Tanda-tanda Kiamat yang sudah dan sedang terjadi pada saat ini. Insya Allooh pada pertemuan yang akan datang, kita akan membicarakan tentang tanda-tanda Kiamat Besar, termasuk didalamnya akan dibahas tentang Imaam Mahdi.

Dibawah ini kami sampaikan apa yang diriwayatkan oleh Imaam Al Baihaqy رحمها الله dalam kitab beliau yang berjudul “AHwaalul Qiyaamah” (Dahsyatnya Kiamat) dan dari kitab yang ditulis oleh Al ‘Allaamah Siddiiq Hasan Khoon (beliau orang India) tentang Hari Kiamat, judul kitabnya adalah “Al ‘Idzaa’ah Fi Asyrootissaa’ah” dan dari beberapa keterangan yang lain.

Semua yang tersebut diatas, mereka mengambil dalil-dalil dan Hadits-Hadits dari Kitab Al Hadits dan kami bacakan dari Kitab-Kitab ‘Aqiidah, sesuai dengan bahasan pokok kita adalah tentang ‘Aqiidah.

Muslimin dan muslimat yang dirahmati Allooh سبحانه وتعالى,

Pada pertemuan sebelumnya sudah kami sampaikan riwayat yang demikian panjang tentang Tanda-tanda Hari Kiamat, mudah-mudahan kita semua sudah bisa mengetahui tentang perkara tersebut walaupun secara global. Untuk kali ini, masih akan disampikan beberapa Hadits lagi, yaitu :

Hadits dari Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه, diriwayatkan oleh Imaam Ad Daarimy رحمها الله, beliau Mu’adz bin Jabal رضي الله عنه berkata :

عن معاذ بن جبل قال : سيبلى القرآن في صدور أقوام كما يبلى الثوب فيتهافت يقرؤونه لا يجدون له شهوة ولا لذة يلبسون جلود الضأن على قلوب الذئاب أعمالهم طمع لا يخالطه خوف إن قصروا قالوا سنبلغ وإن أساؤوا قالوا سيغفر لنا إنا لا نشرك بالله شيئا

Artinya:

Berkata Mu’adz bin Jabbal رضي الله عنه, Al Qur’an akan rusak pada dada-dada banyak kaum, sebagaimana rusaknya baju. Mereka membacanya, sedang mereka tidak merasakan keasyikan dan kelezatannya, mereka memakai kulit-kulit domba diatas hati serigala.
Pekerjaan mereka rakus, tidak tercampur rasa takut.

Jika mereka kurang dalam beramal, mereka mengatakan, “Kita akan sampai.

Dan Jika mereka berbuat buruk, mereka mengatakan, “Kita akan diampuni, karena kita tidak menyekutukan Allooh سبحانه وتعالى  dengan apa pun.”

(Sunan Ad Daarimy no: 3346)

Baca lebih lanjut