Arsip

HUBUNGAN ANTARA AQIDAH DAN SYARI’AT

Oleh
Ustadz Abu Ismail Muslim Atsari

Termasuk perkara yang secara pasti telah diketahui dalam agama Islam, bahwa din (agama Islam) meliputi ‘aqidah dan syari’at, ilmu dan amal. Keduanya merupakan kesatuan. Memisahkan di antara keduanya merupakan kesesatan yang nyata.

MAKNA AQIDAH
Secara bahasa, ‘aqidah berasal dari kata al ‘aqdu. Artinya: mengikat, memutuskan, menguatkan, mengokohkan, keyakinan, dan kepastian [1]. Adapun secara istilah, ‘aqidah memiliki makna umum dan khusus. [2]
Baca lebih lanjut

RUJU` MENUJU KEBENARAN

Oleh
Ustadz Abu Isma’il Muslim al-Atsari

Bersih dan terbebas dari dosa bukanlah syarat orang beriman dan bertakwa. Di dalam al-Qur`ân, Allah Ta’ala banyak menjelaskan sifat-sifat orang-orang yang bertakwa. Di antaranya, orang yang bertakwa itu terkadang berbuat dosa dan kesalahan.

Allah Ta’ala berfirman.

وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَىٰ مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat kepada Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. [Ali ‘Imran/3:135].
Baca lebih lanjut

MENITI ILMU DI ATAS MANHAJ SALAF

Oleh
Ustadz Abdullah bin Taslim Al-Buthoni

Manhaj Salaf [1], merupakan satu-satunya metode pemahaman dan pengamalan agama Islam yang dijamin kebenarannya oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, jaminan mendapatkan keridhaan Allah Subhanahu wa Ta’ala hanya diberikan kepada para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti petunjuk mereka dengan ihsan (kebaikan). Dinyatakan dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala :
Baca lebih lanjut

KETENTUAN DASAR DAKWAH SALAFIYAH

KETENTUAN DASAR DAKWAH SALAFIYAH [1]

Oleh
Syaikh Abu Anas Muhammad bin Musa ali Nashr.

Wahai saudara-saudaraku yang hadir dari dalam dan luar negeri ini. Demi menyambut kedatangan ikhwan kalian dari negeri yang jauh. Segala puji bagi Allah yang telah mengumpulkan kita semua diatas ketaatan kepada Allah dan manhaj salaf yang benar.

Wahai ikhwah …
Sesungguhnya dakwah salafiyah telah mengakar kokoh dalam sejarah. Dia bukanlah dakwah yang baru lahir kemarin, dia ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan sejak zaman para nabi sebelumnya. Oleh karena itu, ushul dan kaidah dakwah salafiyah tidak diambil dari akal dan ijtihad serta istihsan (anggapan baik) manusia, akan tetapi diambil dari sumbernya yang suci yaitu al-kitab dan as-sunnah dengan pemahaman salaful umat ini.
Baca lebih lanjut

MENEPIS SYUBHAT (KERANCUAN) TERHADAP SALAFIYAH

Oleh
Syaikh Doktor Abu Anas Muhammad bin Musa An-Nashr

Di tengah gelombang kebid’ahan dan kesyirikan yang menerpa umat sekarang ini. Di saat kebingungan dan ketimpangan semakin membelit kaum mudanya. Ahlul ahwa’ (para pengikut hawa-nafsu) tidak henti-hentinya melontarkan kerancuan dan keraguan. Bahkan tidak jarang melemparkan tuduhan serta fitnah yang tidak berdasar ke tengah-tengah umat terhadap kemulian dakwah Salafiyah yang penuh barakah ini dan para dainya. Semua itu ibarat riak-riak kecil, bila tidak segera ditepis akan menjadi gelombang ganas yang membahayakan lagi mengkhawatirkan. Salah seorang murid senior Muhadits abad ini (Imam al-Albani rahimahullah), yaitu Syaikh Muhammad bin Musa Nashr telah mengumpulkan beberapa syubhat yang dilontarkan oleh musuh da’wah Salafiyah, kemudian beliau iringi dengan bantahannya. Pada kesempatan ini kami sampaikan sebagian dari bantahannya tersebut dan kami pilih yang sekiranya mendesak untuk diketahui.

Syubhat Pertama:
Salafiyah adalah sebuah penasaban yang bid’ah!
Baca lebih lanjut

MANHAJ PARA RASUL DALAM BERDAKWAH KEPADA ALLAH

 

 

MANHAJ PARA RASUL DALAM BERDAKWAH KEPADA ALLAH[1]

Oleh
DR. Muhammad bin Musa Alu Nashr

Manhaj para nabi maksudnya adalah jalan, metode dan sarana yang ditempuh oleh para Rasul dalam berdakwah kepada Allah. Dakwah kepada Allah adalah kewajiban dan satu keharusan agama. Sejauh dakwah ini sesuai dengan manhaj para rasul termasuk Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka dakwah ini akan di terima disisi Allah, berhasil dan memiliki pengaruh baik serta terbukti memberikan hasil dengan idzin Rabb. Namun setiap kali dakwah itu jauh dari manhaj para rasul, baik dahulu atau sekarang, dakwah ini akan pahit hasilnya, tertolak dan membuat fitnah.
Baca lebih lanjut

KEWAJIBAN MENGIKUTI AL-KITAB DAN AS-SUNNAH BERDASARKAN PEMAHAMAN SALAFUS SHALIH

Oleh
Syaikh Abdul Malik bin Ahmad bin Al-Mubarak Ramadhani Al-Jazairi

Sesungguhnya jalan yang sama sekali tidak pernah diperselisihkan oleh kaum muslimin baik di masa lampau maupun saat ini adalah jalan al-Kitab dan as-Sunnah, jalan yang senantiasa diridhai Allah Ta’ala. Pada jalan itulah mereka datang dan pada jalan itu pula mereka muncul. Meskipun mereka berselisih dalam cara-cara pengambilan dalil dari kedua sumber tersebut.
Baca lebih lanjut