Bab VI. Kewajiban-kewajiban Dan Sunnah-sunnah wudhu

Kewajiban-kewajiban wudhu

 

Kewajiban wudhu cuma ada satu (namun ini diperselisihkan oleh para ulama) yaitu membaca bismillah ketika akan berwudhu (lihat bab sebelumnya)

Sunnah-sunnah wudhu

 

Wudhu memiliki sunnah-sunnah yang banyak:

1. Bersiwak, sebagaimana sabda Rosulullah

Shallallahu ‘alaihi wa Salam

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan berwudhu. (Hadits shohih, Irwa’ul Ghalil no 70)

2. Mencuci kedua tangan sampai pergelangan tangan sebelum berwudhu (lihat sebelumnya)

3. Mencuci anggota-anggota wudhu sebanyak tiga kali. (sedangkan mengusap kepala yang sering dilakukan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam

adalah sekali, lihat hal sebelumnya)

Telah tsabit bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu tiga-tiga kali, dan hadits mengenai ini banyak (diantaranya hadits Abdullah bin Zaid di atas pada hal 2). Demikian pula telah tsabit bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu dua-dua kali (sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu riwayat Bukhori no 158). Dan juga telah tsabit bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah berwudhu sekali-sekali

(sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu riwayat Bukhori no 157). Dan juga telah tsabit bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam berwudhu sebagian anggota tubuhnya tiga kali dan sebagian yang lain dua kali (sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu di atas, lihat hal sebelumnya) (Lihat Thuhurul Muslim hal 81dan Syarhul Mumti’

1/146)

  • Menyela-nyela jenggot yang tebal (lihat hal sebelumnya)
  • Menyela-nyela jari-jari kaki dan jari-jari tangan
  • Dalk (menggosok) Yang dimaksud dengan dalk yaitu menggosok anggota wudhu (yang telah terkena air) dengan menggunakan tangan (sebelum anggota wudhu tersebut kering). Dan yang dimaksud  (bagian dalam) tangan. Oleh karena itu tidak cukup mendalk kaki dengan menggunakan kaki lainnya. (al-fiqh al-islami 1/235). (Namun tidak ada dalilnya harus dengan telapak tangan-pen)

 

Menurut jumhur ulama hukum dalk adalah sunnah karena tidak disebutkan dalam ayat. Sedangkan menurut Malikiyah adalah wajib.

Dalil mereka :

  • · Sesungguhnya mencuci yang diperintahkan dalam ayat tidaklah bisa terwujud kecuali dengan dalk, sedangakan hanya sekedar terkena air tidaklah dianggap sebagai satu cucian.
  • · Dan yang dicontohkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam adalah dengan dalk sebagaimana dalam hadits

Dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu berkata : Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam didatangkan air kepada beliau (sebanyak) dua per tiga mud, lalu beliau mendalk (menggosok) kedua lengannya. (Hadits shohih riwayat Ahmad dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah) Tetapi pendapat jumhur yang lebih rojih, sebab yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala hanyalah mencuci bukan menggosok. Sedangkan sekedar perbuataan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam tidak bisa menunjukkan akan wajib. Tetapi jika air tidak bisa menyentuh kulit

kecuali dengan digosok maka hukum dalk adalah wajib (Taudlihul Ahkam 1/179)

4. Mendahulukan tangan kanan daripada yang kiri

dan kaki kanan daripada kaki kiri. Sebagaimana

sabda Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam dalam hadits Abu Huroiroh ;”Jika kalian berwudhu maka mulailah dengan bagian kanana kalian (Hadits shohih dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Baihaqi, Thobroni dan Ibnu Hibban dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah dan dihasankan oleh Imam

Nawawi)

5. Berdo’a setelah berwudhu. (Lihat hal

sebelumnya)

6. Menggunakan air wudhu dengan hemat

Yang afdol adalah berwudhu tiga-tiga kali namun tidak boros dan berlebih-lebihan dalam menggunakan air, baik ketika wudhu maupun ketika mandi. Sebagaimana dalam hadits

Dari ‘Aisyah bahwasanya Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam mandi janabah dengan satu ina’ (yaitu satu farq) (Hadits shohih riwayat

Muslim no 319) Berkata Sofyan satu farq adalah tiga sok Dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam pernah berwudhu dengan dua per tiga mud,

sebagaimana hadits :

Dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhu berkata : Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam didatangkan air kepada beliau (sebanyak) dua per tiga mud, lalu beliau mendalk (menggosok) kedua lengannya. (Hadits shohih riwayat Ahmad dan dishohihkan oleh Ibnu Khuzaimah)

Berkata Imam Bukhori :”Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam telah menjelaskan bahwa wajibnya wudhu adalah sekali-sekali, dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam juga pernahberwudhu dua kali-dua kali dan tiga kali-tiga

kali dan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam tidak menambah lebih dari tiga kali.Paraahli ilmu membaca berlebih-lebihan dan melebihi perbuatan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam”

Oleh karena itu hendaknya berhemat dalamberwdlu dan sesuai dengan sunnah NabiShallallahu ‘alaihi wa Salam. Dari Amr bin Syu’aib dari bapaknya dari kakeknya berkata :

“ Seorang arab badui datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam memperlihatkannya wudhu dengan tiga kali-tiga kali, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam berkata :”Demikianlah wudhu, maka barang siapa yang menambah lebih dari ini (lebih dari tiga kali) maka dia telah berbuat jelek dan melampaui

batas dan berbuat dzolim” (Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam shohih Nasai 1/31)

Dan dari Abdullah bin Mugoffal Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya beiau menengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam berkata :

“ Sesungguhnya akan ada pada umat ini suatu kaum yang melampaui batas dalam bersuci dan berdo’a.” (Hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-

Abani dalam shohih Abu Dawud 1/21) (Lihat Thuhurul Muslim hal 82).

 

 

MAROJI’ :

1. Nailul Author, Asy-Syaukani

2. Roudlotun Nadliah, Syaikh Sidiq Hasan Khan

3. Syarhus Sunnah, Imam Al-Bagowi

4. Irwa’ul Ghalil, Syaikh Al-Albani

5. Tamamul Minnah, Syaikh Al-Albani

6. Sifat Wudhu Nabi , Fahd bin Abdirrohman Ad-

Dausi

7. Taudlihul Ahkam, Syaikh Ali Bassam

8. Al-Fiqh al- Islami, DR. Wahb Az-Zuhaili

9. Thuhurul Muslim, Syaikh Al-Qohtoni

10. Syarhul Mumti,’ Syaikh Utsaimin

 

Disalin dari : KEMUDAHAN DI DALAM SIFAT WUDHU’ NABI,  disusun oleh :

Al-Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin as-Soronji, Lc, Ebook, Maktabah Ummu Salma

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s