Bila Asyuro’ Jatuh Pada Jum’at atau Sabtu

 

Ada hadits-hadits yang berisi larangan menyen­dirikan puasa Jum’at dan larangan puasa Sabtu kecuali puasa yang wajib. Apakah larangan ini tetap berlaku ketika hari Asyuro’ jatuh pada Jum’at atau Sabtu? Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah menjawabnya: “Adapun orang yang tidak menyengaja berpuasa karena hari Jum’at atau Sabtu—seperti orang yang puasa sehari sebelum dan sesudahnya, atau memiliki kebiasaan berpuasa sehari dan berbuka sehari (puasa Dawud, Red)—boleh berpuasa Jum’at walaupun sebe­lum dan sesudahnya tidak puasa. Atau, bila dia ingin puasa Arofah atau Asyuro’ yang jatuh pada Jum’at maka tidaklah dilarang karena larangan itu hanya bagi orang yang sengaja ingin mengkhususkan (hari Jum’at dan Sabtu tanpa sebab, Pen).” (Kitabush-Shiyam min Syarhil-Umdah kar. Ibnu Taimiyyah: 2/652. Lihat pula Zadul-Ma’ad: 2/79 dan Tahdzibus-Sunan: 3/297 keduanya oleh Ibnul-Qoyyim, Kasyful-Qona’ kar. al-Buhuti Juz 2 Bab Puasa Tathowwu’, al-Muharror kar. Ibnu Taimiyyah: 1/350)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s