Arsip

WARISAN (HARTA PUSAKA) DAN MIMPI BERTEMU DENGAN RASULULLAH SAW

HARTA PUSAKA RASULULLAH SAW

 

“Rasulullah saw. tidak meninggalkan pusaka kecuali sebilah pedang, seekor keledai dan sebidang kebun yang dijadikan sebagai sedekah.”

(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Husein bin Muhammad, dari Israil, dari Abi Ishaq, yang bersumber dari `Amr bin al Harits r.a.*)

•     Ia adalah saudara Juraiyah (isteri Rasulullah saw.)

 

MIMPI BERTEMU DENGAN RASULULLAH SAW

“Barang siapa bermimpi melihatku di dalam tidurnya maka sesungguhnya ia benar-benar      melihatku.      Karena     sesungguhnya       syaitan      tidak     mampu menyerupaiku. ”

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari Abi Ishaq, dari Abil Akhwash, yang bersumber dari `Abdullah bin Mas’ud.”)

 

“Sesungguhnya Nabi saw. bersabda: “Barang siapa melihat aku pada waktu tidur (mimpi), maka sesungguhnya ia benar-benar melihat aku. Sesungguhnya syaitan tidak dapat menyerupaiku. ” Beliau bersabda lagi: “Dan mimpi orang yang Mu’min itu merupakan satu bagian dari 46 bagian sifat kenabian.”

(Diriwayatkan oleh `Abdullah bin `Abdurrahman ad Darami, dari Mu’alla bin Asad, dari `Abdul `Aziz bin Mukhtar, dari Tsabit, yang bersumber dari Anas r.a.)

 

 

SUMBER : 

AS – SYAMAIL, Kepribadian dan Budi Pekerti Rasulullah saw. Muhammad bin `Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dhahhak as-Sulami. (Imam at-Tirmidzi)

Iklan

USIA DAN WAFATNYA RASULULLAH SAW

USIA RASULULLAH SAW

 

“Nabi saw. tinggal di Mekkah (setelah menjadi Rasul) tiga belas tahun. Disana beliau mendapat wahyu. Di Madinah sepuluh tahun. Beliau wafat dalam usia enam puluh tiga tahun.”

(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, dari Rauh bin `Ubadah, dari Zakaria bin Ishaq, dari `Amr bin Dinar, yang bersumber daari Ibnu `Abbas r.a.)

Baca lebih lanjut

KEHIDUPAN DAN NAMA-NAMA ROSULULLOH SAW

KEHIDUPAN RASULULLAH SAW

 

“Kami berada di samping abu Hurairah r.a. sedang ia memakai dua lembar kain kattan* yang dicelup bahan Lumpur merah. Lalu ia membuang ingusnya pada salah satu dari dua kainnya itu. Ia berkata : “Bakh, Bakh*”. Abu Hurairah membuang ingusnya pada kain kattan itu. Selanjutnya ia bercerita :”Sungguh, aku teringat kembali ketika aku tersungkur diantara mimbar Rasulullah saw. dengan kamar `Aisyah r.a. karena pingsan. Tiba-tiba datang seorang laki-laki lantas ia letakkan kakinya di atas leherku. Ia mengira aku dalam keadaan gila. Sebenarnya aku tidak gila, tapi kejadian itu hanyalah kelaparan.”

Baca lebih lanjut

BEKAM RASULULLAH SAW


“Rasulullah saw. berbekam, yang membekamnya adalah Abu Thaibah, maka beliau memerintahkan untuk memberinya dua sha’* makanan. Rasulullah saw. berbicara kepada tuannya (tuan tukang bekam), lalu mereka mengugurkan kharajnya*.” Rasulullah saw. bersabda :”Sesungguhnya cara pengobatan kalian yang paling afdhal ialah berbekam.” Atau (perawi ragu) :”Sesungguhnya cara pengobatan kalian yang utama adalah berbekam.”

(Diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr, dari Isma’il bin Ja’far, dari Humaid, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

 

•  Abu Thaibah adalah nama panggilan bagi Nafi’, ia adalah budak Bani Haritsah atau budak kepunyaan Abu Mas’ud al Anshari.

•  Sha'(gantang) adlah takaran. Satu Sha’sama dengan empat mud, sedangkan satu mud sama dengan tujuh ons.

•  Kharaj ialah suatu kesepakatan antara tuan dengan budak untuk membayar kepada tuannya sejumlah uang, sewaktu budak tidak bekerja pada tuannya. Dalam peristiwa ini Abu Thaibah seharusnya membayar tiga Sha’, tapi karena ia telah membayar dua Sha’, hasil membekam Rasulullah saw. Maka yang satu Sha’lagi digugurkan oleh tuannya setelah Rasulullah saw. berbicara dengan tuannya.

 

“Nabi saw. berbekam dan memeri ntahkan kepadaku (untuk membayar), maka kuberikan pada tukang bekam upahnya.”

(Diriwayatkan oleh `Amr bin `Ali, dari Abu Daud, dari Waraqa’ bin `Umar, dari `Abdil A’la, dari Abi Jamilah, yang bersumber dari `Ali k.w.)

 

“Rasulullah saw. pernah berbekam pada dua urat leher dan tengkuk. Beliau berbekam pada tanggal 17,19, dan 21.”

(Diriwayatkan oleh `Abdul Quddus bin Muhammad al `Athar al Bashri, dari `Amr bin `Ashim, dari Hamman, dan diriwayatkan pula oleh Jarir bin Hazm, keduanya menerimanya dari Qatadah, yang bersumber dari Anas bin Malik r.a.)

 

“Rasulullah saw. bersabda :”Barangsiapa berbekam pada tanggal 17,19 dan 21, tentulah tindakannya itu jadi penyembuh bagi setiap penyakit.”

(Riwayat Abu Daud)

 

 SUMBER :

AS – SYAMAIL, Kepribadian dan Budi Pekerti Rasulullah saw. Muhammad bin `Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dhahhak as-Sulami. (Imam at-Tirmidzi)

 

 

TAWADLU, BUDI PEKERTI DAN KEPEKAAN RASULULLAH SAW

TAWADLU RASULULLAH SAW

 

“Rasulullah saw. bersabda :”Janganlah kalian berlebihan memuji daku sebagaimana kaum Nasrani yang berlebihan memuji anak Maryam. Aku hanyalah seorang hamba, oleh sebab itu katakanlah (panggillah) `Abdullah (hamba Allah) dan Rasul-Nya.”

(Diriwayatkan oleh Ahmad bin Mani’, diriwayatkan pula oleh Sa’id bin `Abdurrahman al Makhzumi dan sebagainya, mereka menerima dari Sufyan bin `Uyainah, dari Zuhri, dari `Ubaidilah, dari Ibnu `Abbas r.a., yang bersumber dari `Umar bin Khattab r.a.)

Baca lebih lanjut

TANGIS RASULULLAH SAW


“Rasulullah saw. bersabda kepadaku:”Bacakan al Qur’an untukku!”  Wahai Rasulullah saw.! Mana mungkin aku membacakannya kepada Anda, bukankah ia     diturunkan      kepada     Anda?”     Beliau     bersabda:”Sungguh      aku     ingin mendengarkannya dari selain daku.” Maka kubacakansuratan Nisa, sampai ayat: “Waji’na bika `ala ha ula-I syahida.” (Dan Kami mendatangkan kamu sebagai saksi atas mereka). (Q.S. 4 an- Nisa: 41). `Abdullah bin Mas’ud berkata : “Maka kulihat kedua mata Rasulullah saw. bercucuran air mata.”

(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan , dari Mua’wiyah bin Hisyam, dari Sufyan, dari al A’masy, dari Ibrahim, dari `Ubaid, yang bersumber dari `Abdullah bin Mas’ud r.a.)

 

“Rasulullah saw. mencium `Utsman bin Madh’un* tatkala ia telah wafat. Dan ketika itu beliau menangis.” Atau (kata perawi ragu): “Kedua matanya berlinang air mata.”

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari `Abdurrahman bin Mahdi, dari Sufyan, dari `Ashim bin `Ubaidilah*, dari Qasim bin Muhammad*, yang bersumber dari `Aisyah r.a.)

•  ‘Utsman bin Madh’un adalah saudara sesusu Rasulullah saw. Ia wafat dua setengah tahun setelah hijrah.

•  Ashim bin `Ubaidilah dadla’ifkan oleh Ibnu Ma’in, menurut keterangan Bukhari, periwayatannya munkar

•     Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, merupakan salah seorang fukaha Madinah yang tujuh, dari generasi kedua dan periwayatnnya dikeluarkan oleh jama’ah.

 

SUMBER :

AS – SYAMAIL, Kepribadian dan Budi Pekerti Rasulullah saw. Muhammad bin `Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dhahhak as-Sulami. (Imam at-Tirmidzi)

CARA MEMBACA AL-QUR’AN ROSULULLAH SAW


“Aku bertanya kepada Anas bin Malik r.a. :”Bagaimanakah bacaan (Al Qur’an) Rasulullah saw.?” Ia menjawab :”Bermad (bertajwid). ”

(Diriwayatkan oleh Muhammad bin Basyar, dari Wahab bin Jurair bin Hazim, dari ayahnya, yang bersumber dari Qatadah r.a.)

 

“Rasulullah saw. memotong bacannya (pada setiap ayat). Beginilah cara membacanya: “Alhamdulillahi Rabbil `Alamin “, kemudian beliau berhenti. Selanjutnya dibaca :”Arrahmanirrahim” , kemudian beliau berhenti. Selanjutnya dibaca :”Maliki yaumiddin,”

(Diriwayatkan oleh `Ali bin Hujr, dari Yahya bin Sa’id al Umawi, dari Ibnu Juraij, dari Ibnu Abi Mulaikah, yang bersumber dari Ummu Salamah r.a.)

 

SUMBER :

AS – SYAMAIL, Kepribadian dan Budi Pekerti Rasulullah saw. Muhammad bin `Isa bin Saurah bin Musa bin ad-Dhahhak as-Sulami. (Imam at-Tirmidzi)