Arsip

Bagaimana Tata Cara Rujuk Yang Syar’i?

Pertanyaan.
Istri yang ditalak satu atau dua dan setelah itu rujuk, bagaimanakah tata cara rujuk yang syar’i? Apabila masa ‘iddah belum habis, apakah harus membuat akad nikah baru? Apabila masa ‘iddah telah habis, bagaimanakah cara rujuk yang sesuai syar’i? Jazakallahu khairan. [M. Iqbal, Kepri, 08526497xxxx]

Baca lebih lanjut

Iklan

ALTERNATIF PEMECAHAN PROBLEMATIKA SUAMI ISTRI SEBELUM TALAK

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Pertanyaan.
Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Islam tidak menetapkan talak kecuali sebagai alternatif terakhir untuk mengatasi problema suami istri. Islam telah menetapkan langkah-langkah pendahuluan sebelum memilih talak. Kami mohon perkenan Syaikh untuk membahas tentang cara-cara pemecahan yang digariskan Islam untuk mengatasi perselisihan antara suami istri sebelum memilih talak (bercerai).
Baca lebih lanjut

MENTALAK ISTRI SEDANG MABUK ATAU MARAH YANG SANGAT

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seseorang telah mentalak istrinya sebanyak tiga kali dalam waktu yang berbeda, talak pertama jatuh pada saat sedang mabuk, benci dan marah yang sangat. Adapun talak yang kedua dan ketiga jatuh sedang dalam keadaan sangat marah. Apakah talak tersebut dianggap jatuh padahal masing-masing masih saling mencintai ? Dan apakah sudah tidak ada kesempatan untuk rujuk lagi ?
Baca lebih lanjut

ISTRI MEMINTA TALAK KARENA SUAMI MENINGGALKAN SHALAT

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya :Suami saya meninggalkan shalat dan saya tahu bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah kafir, sementara saya sangat mencintainya dan kami keluarga hidup bahagia karena telah dikaruniai anak. Saya sering menasehatinya, akan tetapi dia selalu mengatakan : “suatu saat nanti saya akan mendapat petunjuk” Apa hukumnya jika saya meneruskan pernikahan tersebut?
Baca lebih lanjut

JIKA KAMU TINGGAL BERSAMA KELUARGAMU, MAKA KAMU BUKAN ISTRIKU LAGI (TERTALAK)

Oleh
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Setiap saya pergi keluar, istri saya selalu ingin tinggal bersama keluarganya. Karena takut istri saya terpengaruh dengan keluarganya yang tidak taat kepada aturan agama, maka saya mengatakan kepadanya : “Demi Allah, jika kamu memaksa tinggal bersama keluargamu, maka kamu bukan istri saya untuk selama-lamanya. Ternyata istri saya tetap memaksa tinggal bersama keluarganya, apakah ucapan tersebut termasuk talak tiga? Dan apa yang harus saya lakukan?”
Baca lebih lanjut