Arsip

Harus Bagaimanakah?, Jika Shalat Sunnah Belum Selesai, Iqomah Berkumandang.

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.

Pembaca yang dirohmati Allah Ta’ala, sering kali seorang Muslim mengerjakan sholat sunnah Rowatib atau sholat Tahiyatul Masjid sebelum sholat berjama’ah dimulai. Namun tiba-tiba muadzin mengumandangkan iqomah. Apakah yang harus ia lakukan? Melanjutkan sholat sunnahnya hingga salam ataukah segera memutus sholat sunnahnya dan mengikuti sholat wajib? Berikut ini sebagian hadits yang berkaitan dengan masalah ini dan juga jawaban untuk pertanyaan di atas. Semoga bermanfaat.

Baca lebih lanjut

Sholat Awwabin

Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan seluruh kaum muslimin yang senantiasa berpegang teguh pada sunnah Beliau sampai hari Kiamat.

Baca lebih lanjut

Shalat Taubat dan Syaratnya


Tanya:
Apakah ada shalat taubat? Tolong sebutkan syarat-syarat orang yang bertaubat?

085215547574

Jawab:
Dari Ali -radhiallahu anhu- dari Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda, “Tidaklah seseorang melakukan perbuatan dosa lalu di bangun dan bersuci, kemudian mengerjakan shalat, dan setelah itu memohon ampunan kepada Allah melainkan Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” (HR. At-Tirmizi, Abu Dawud dan Ibnu Majah, serta dishahihkan oleh Asy-Syaikh Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmizi I/128)

Baca lebih lanjut

SHALAT DUA HARI RAYA

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

A. Hukumnya
Shalat dua hari raya wajib bagi laki-laki dan perempuan. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa melaksanakannya serta memerintahkan orang-orang mendatanginya.

Dari Ummu ‘Athiyah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Kami diperintahkan untuk mengeluarkan para gadis dan wanita yang sedang dalam pingitan (untuk menghadiri shalat ‘Id).”[1]
Baca lebih lanjut

SHALAT KHAUF

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

Allah Ta’ala berfirman:

وَإِذَا كُنتَ فِيهِمْ فَأَقَمْتَ لَهُمُ الصَّلَاةَ فَلْتَقُمْ طَائِفَةٌ مِّنْهُم مَّعَكَ وَلْيَأْخُذُوا أَسْلِحَتَهُمْ فَإِذَا سَجَدُوا فَلْيَكُونُوا مِن وَرَائِكُمْ وَلْتَأْتِ طَائِفَةٌ أُخْرَىٰ لَمْ يُصَلُّوا فَلْيُصَلُّوا مَعَكَ وَلْيَأْخُذُوا حِذْرَهُمْ وَأَسْلِحَتَهُمْ

“Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (Sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan seraka’at), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bershalat, lalu shalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata…” [An-Nisaa’: 102].
Baca lebih lanjut

SHALAT ORANG YANG MELAKUKAN SAFAR

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

A. Orang yang Sedang Safar Wajib Mengqashar Shalat Zhuhur, ‘Ashar, dan ‘Isya
Allah berfirman:

وَإِذَا ضَرَبْتُمْ فِي الْأَرْضِ فَلَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَن تَقْصُرُوا مِنَ الصَّلَاةِ إِنْ خِفْتُمْ أَن يَفْتِنَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا ۚ إِنَّ الْكَافِرِينَ كَانُوا لَكُمْ عَدُوًّا مُّبِينًا

“Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu.” [An-Nisaa’: 101]
Baca lebih lanjut

Shalat Gerhana, Shalat Istisqa’

Oleh
Syaikh Abdul Azhim bin Badawi al-Khalafi

SHALAT GERHANA
Jika terjadi gerhana bulan atau matahari disunnahkan mengumandangkan:

اَلصَّلاَةُ جَامِعَةٌ.

“Mari shalat berjama’ah.”

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu anhu, dia mengatakan, “Ketika terjadi gerhana matahari di zaman Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka diserukanlah:

إِنَّ الصَّلاَةَ جَامِعَةٌ

“Sesungguhnya shalat dilakukan secara berjama’ah.” [1]
Baca lebih lanjut